BUKU AHMED DEEDAT PDF

At the age of 9, Deedat left India to join his father in what is now known as Kwazulu-Natal. His mother died only a few months after his departure. Arriving in South Africa, Deedat applied himself with diligence to his studies, overcoming the language barrier and excelling in school, even getting promoted until he completed standard 6. However, due to financial circumstances, he had to quit school and start working by the time he was the age of

Author:Zugal Mimi
Country:Thailand
Language:English (Spanish)
Genre:Spiritual
Published (Last):6 June 2018
Pages:77
PDF File Size:14.34 Mb
ePub File Size:3.31 Mb
ISBN:634-7-44596-600-1
Downloads:39450
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nikozuru



Ia tidak dapat hidup bersama ayahnya sampai tahun Ayahnya adalah seorang penjahit yang karena profesinya hijrah berimigrasi ke Afrika Selatan tidak lama setelah kelahiran Ahmed Deedat.

Tanpa pendidikan formal dan untuk mencari kehidupan yang lebih baik, Ahmed Deedat pergi ke Afrika Selatan untuk dapat hidup bersama ayahnya pada tahun Perpisahan Deedat dengan ibunya pada tahun kepergiannya ke Afrika Selatan menyusul ayahnya tersebut adalah saat terakhir ia bertemu ibunya dalam keadaan hidup, karena ibunya meninggal beberapa bulan kemudian.

Di negeri yang asing, seorang Deedat yang baru berusia 9 tahun tanpa berbekal pendidikan formal dan penguasaan bahasa Inggris mulai menyiapkan dirinya untuk dapat beradaptasi dan bersaing dengan kehidupan baru di koloni Inggris tersebut. Dengan ketekunannya dalam belajar, Deedat tidak hanya dapat mengatasi hambatan bahasa, tetapi juga unggul di sekolahnya. Kegemaran Deedat membaca membantunya untuk mendapatkan promosi hingga ia menyelesaikan standar 6.

Kurangnya biaya menyebabkan sekolahnya tertunda dan di awal usia 16 tahun untuk pertama kalinya ia terpaksa meninggalkan sekolahnya untuk sementara dan bekerja dalam usaha retail eceran.

Yang terpenting dari ini semua adalah pada tahun sewaktu Ia bekerja pada toko muslim di dekat sebuah sekolah menengah Kristen di pantai selatan Natal. Penghinaan yang tak henti-hentinya dari siswa misionaris menantang Islam selama kunjungan mereka ke toko menanamkan tekad pada dirinya untuk mendalami agama Kristen dan membandingkannya dengan Islam.

Mempelajari Alkitab Ahmed Deedat menemukan sebuah buku berjudul Izharul-Haq yang berarti mengungkapkan kebenaran. Buku ini berisi materi debat dan keberhasilan usaha-usaha umat Islam di India yang sangat besar dalam memberikan argumen balasan kepada para misionaris Kristen yang melakukan misi penyebaran agama Kristen di bawah otoritas Kerajaan Inggris dan pemerintahan India. Secara khusus, ide untuk menangani debat telah berpengaruh besar dalam diri Ahmed Deedat. Beberapa minggu setelah itu, Ahmed Deedat membeli Injil pertamanya dan mulai melakukan debat dan diskusi dengan siswa-siswa misionaris.

Ketika siswa misionaris tersebut mundur dalam menghadapi argumen balik Ahmed Deedat, ia secara pribadi memanggil guru teologi mereka dan bahkan pendeta-pendeta di daerah tersebut. Keberhasilan-keberhasilan ini memacu Ahmed Deedat untuk berdakwah. Bahkan perkawinan, kelahiran anak, dan persinggahan sebentar selama tiga tahun ke Pakistan sesudah kemerdekaannya tidak mengurangi keinginannya untuk membela Islam dari penyimpangan-penyimpangan yang memperdayakan dari para misionaris Kristen.

Dengan semangatnya untuk menyebarkan agama Islam, Ahmed Deedat membenamkan dirinya pada sekumpulan kegiatan lebih dari tiga dekade yang akan datang. Ia memimpin kelas untuk pelajaran Injil dan memberi sejumlah kuliah. Ahmed Deedat, bersama-sama dengan keluarganya, hampir seorang diri mendirikan bangunan-bangunan termasuk masjid yang masih dikenal sampai saat ini. Ia menerbitkan lebih dari 20 buku dan menyebarkan berjuta-juta salinan gratis.

Ahmed Deedat mengirim beribu-ribu materi kuliah ke seluruh dunia dan mendebat pengabar-pengabar Injil pada debat umum. Beberapa ribu orang telah menjadi Islam sebagai hasil usahanya. Sebagai penghargaan yang pantas untuk prestasi yang bersejarah itu, ia mendapat penghargaaan internasional dari Raja Faisal tahun Penghargaan bergengsi yang sangat berharga dalam dunia Islam.

Akhir hayat Di sisa sembilan tahun usia hidupnya, Ahmed Deedat menjalani rawat jalan terkait penyakit stroke kronis yang dideritanya di kediamannya di Verulam, Afrika Selatan.

Ia dimakamkan di pemakaman Verulam. Dalam buku ini Deedat mengupas tuntas perbedaan antara Islam dan Kristen. Ia mengupas habis beberapa kesalahan yang ia temukan dalam Alkitab baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Referensi Kata pengantar buku "The Choice" Pranala luar.

JEFKINS ADVERTISING PDF

Ahmed Deedat

At the age of 9, Deedat left India to join his father in what is now known as Kwazulu-Natal. His mother died only a few months after his departure. Arriving in South Africa, Deedat applied himself with diligence to his studies, overcoming the language barrier and excelling in school, even getting promoted until he completed standard 6. However, due to financial circumstances, he had to quit school and start working by the time he was at the age of

CATALOGO STEREN PDF

The Choice: Dialog Islam - Kristen

He is also known as a writer. He specializes in the field of inter-religous debates mostly between Islam and Christianity. He wrote many books and booklets with comparison between Islam and Christianity. He is one of the most prominent islamic scholars in the field of dawah. Hearing his lectures, millions of people accepted Islam. He was born in the Surat district of India in He came from a poor family.

JURGIS SAVICKIS KOVA PDF

Sheikh Ahmed Deedat Books

.

Related Articles