ESTERIFIKASI ETIL ASETAT PDF

Tujuan dan Prinsip Percobaan A. Tujuan Praktikum Membuat etil asetat etil etanoat B. Prinsip Percobaan Etil asetat dibuat dengan melalui esterifikasi etanol dengan asam asetat. Teori Untuk memberikan bukti yang lebih nyata tentang pengaruh belimbing wuluh Averrhoa bilimbi L. Etil asetat adalah senyawa yang berwujud cairan, tak berwarna dengan bau khas Anonim, Kedua komponen yang disebut terakhir mudah diambil dengan proses ekstraksi, dan etanolnya didaur kembali untuk pengesteran lebih lanjut Pine, Etil etanoat C4H8O2 merupakan senyawa organik berwujud cair, tidak berwarna dan titik didih C, indeks bias 1,, berbau wangi aroma , mudah menguap.

Author:Ditilar Akitaur
Country:Laos
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):26 January 2014
Pages:200
PDF File Size:18.98 Mb
ePub File Size:8.61 Mb
ISBN:997-8-36927-154-7
Downloads:5660
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Samur



Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari reaksi esterifikasi terhadap asam karboksilat dan membuat etil asetat dalam skala labor. Kemudian didistilasi untuk memisahkan produk. Dari hasil percobaan didapat etil asetat sebanyak 15 ml. Hal ini dikarenakan reaksi bersifat reversible yaitu produk yang terbentuk dapat terurai kembali menjadi rektan pembentuknya.

Kata kunci : Asam karboksilat, esterifikasi, etil asetat. As to aim from this effort studies reaction esterifikasi towards sour karboksilat and make acetate ethyl in scale labor. Reaction esterifikasi fischer formation reaction ester by merefluks sour karboksilat with alcohol with sour catalyst. Then destilate to separate product. From effort result is got acetate ethyl as much as 15 ml.

This matter caused by has reversible that is product formed can raveled to return to be rektan the shaper. Keywords: acetate ethyl, esterifikasi. Suatu reaksi pemadatan untuk membentuk suatu ester disebut esterifikasi. Asam belerang sering digunakan sebagai sebagai suatu katalisator untuk reaksi ini.

Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil mudah menguap , tidak beracun, dan tidak higroskopis. Kelarutannya meningkat pada suhu yang lebih tinggi. Namun, senyawa ini tidak stabil dalam air yang mengandung asam dan basa. Etil asetat, yang juga dikenal dengan nama acetic ether, adalah pelarut yang banyak digunakan pada industri cat, thinner, tinta, plastic, farmasi, dan industri kimia organik. Mempelajari reaksi esterifikasi terhadap asam karboksilat 2. Senyawa ini merupakan ester dari etanol dan asam asetat.

Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna, memiliki aroma khas. Senyawa ini di produksi dalam skala besar sebagai pelarut. Seperti kebanyakan reaksi aldehida dan keton, esterifikasi suatu asam karboksilat berlangsung melalui serangkaian tahap protonasi dan detonasi. Oksigen karbonil diprotonasi, alkohol nukleofilik menyerang karbon positif dan eliminasi air akan menghasilkan ester. Etil asetat disintesis melalui reaksi esterifikasi fischer dari asam asetat dan ethanol, biasanya disertai katalis asam seperti asam sulfat.

Etil asetat dapat dihidrolisis pada keadaan asam atau basa menghasilkan asam asetat dan ethanol kembali. Katalis asam sulfat dapat menghambat hidrolisis karena berlangsungnya reaksi kebalikan hidrolisis yaitu esterifikasi fischer. Berikut adalah sifat fisik dan kimia dari Etil Asetat. Pelarut polar menengah yang volatil. Tidak beracun. Tidak Higroskopis. Asam yang digunakan sebagai katalis biasanya adalah asam sulfat. Pembentukan ester melalui asilasi langsung asam karboksilat terhadap alkohol, seperti pada esterifikasi Fischer lebih disukai ketimbang asilasi dengan anhidrida asam atom yang rendah atau asil klorida sensitif terhadap kelembapan.

Kelemahan utama asilasi langsung adalah konstanta kesetimbangan kimia yang rendah. Hal ini harus diatasi dengan menambahkan banyak asam karboksilat, dan pemisahan air yang menjadi hasil reaksi. Pemisahan air dilakukan melalui distilasi Dean-Strak atau penggunaan saringan molekul.

Ester juga di bentuk dengan asam yang tidak tersusun teratur. Ester dapat dibuat oleh suatu reaksi keseimbangan antara suatu alkohol dan suatu asam karbon. Ester dinamai menurut kelompok alkil dari alkohol dan kemudian alkanoat bagian dari asam karbon. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol.

Fenol bereaksi dengan asam karboksilat dengan sangat lambat sehingga reaksi tidak bisa digunakan untuk tujuan pembuatan. Ester dihasilkan apabila asam karboksilat dipanaskan bersama alkohol dengan bantuan katalis asam. Katalis ini biasanya asam sulfat pekat.

Gas hidrogen klorida kering terkadang digunakan, tetapi penggunaannya cenderung melibatkan ester-ester aromatik ester dimana asam karboksilat mengandung sebuah cincin benzen.

Reaksi pengesteran esterifikasi berjalan lambat dan dapat balik reversibel. Asam karboksilat dan alkohol sering dipanaskan bersama disertai dengan beberapa tetes asam sulfat pekat untuk mengamati bau ester yang terbentuk.

Untuk melangsungkan reaksi dalam skala tabung uji, semua zat asam karboksilat, alkohol dan asam sulfat pekat yang dalam jumlah kecil dipanaskan di sebuah tabung uji yang berada di atas sebuah penangas air panas selama beberapa menit. Karena reaksi berlangsung lambat dan dapat balik reversibel , ester yang terbentuk tidak banyak.

Bau khas ester seringkali tertutupi atau terganggu oleh bau asam karboksilat. Sebuah cara sederhana untuk mendeteksi bau ester adalah dengan menaburkan campuran reaksi ke dalam sejumlah air di sebuah gelas kimia kecil. Terkecuali ester-ester yang sangat kecil, semua ester cukup tidak larut dalam air dan cenderung membentuk sebuah lapisan tipis pada permukaan. Asam dan alkohol yang berlebih akan larut dan terpisah di bawah lapisan ester. Ester-ester kecil seperti pelarut-pelarut organik sederhana memiliki bau yang mirip dengan pelarut-pelarut organik etil etanoat merupakan sebuah pelarut yang umum misalnya pada lem.

Dalam skala yang lebih besar Jika anda ingin membuat sampel sebuah ester yang cukup besar, maka metode yang digunakan tergantung pada sampai tingkatan tertentu besarnya ester. Ester-ester kecil terbentuk lebih cepat dibanding ester yang lebih besar. Untuk membuat sebuah ester kecil seperti etil etanoat, anda bisa memanaskan secara perlahan sebuah campuran antara asam metanoat dan etanol dengan bantuan katalis asam sulfat pekat, dan memisahkan ester melalui distilasi sesaat setelah terbentuk.

Ini dapat mencegah terjadinya reaksi balik. Pemisahan dengan distilasi ini dapat dilakukan dengan baik karena ester memiliki titik didih yang paling rendah diantara semua zat yang ada. Ester merupakan satu-satunya zat dalam campuran yang tidak membentuk ikatan hidrogen, sehingga memiliki gaya antar-molekul yang paling lemah.

Ester-ester yang lebih besar cenderung terbentuk lebih lambat. Dalam hal ini, mungkin diperlukan untuk memanaskan campuran reaksi di bawah refluks selama beberapa waktu untuk menghasilkan sebuah campuran kesetimbangan. Ester bisa dipisahkan dari asam karboksilat, alkohol, air dan asam sulfat dalam campuran dengan metode distilasi fraksional.

Untuk fenol, reaksi terkadang dapat ditingkatkan dengan pertama-tama mengubah fenol menjadi bentuk yang lebih reaktif. Jika kita menambahkan sebuah asil klorida kedalam sebuah alkohol, maka reaksi yang terjadi cukup progresif bahkan berlangsung hebat pada suhu kamar menghasilkan sebuah ester dan awan-awan dari asap hidrogen klorida yang asam dan beruap.

Sebagai contoh, jika kita menambahkan etanol krlorida ke dalam etanol, maka akan terbentuk banyak hidrogen klorida bersama dengan ester cair etil etanoat. Gambar 2. Fenol memiliki sebuah gugus -OH terikat pada sebuah cincin benzen — dan tidak ada lagi selain itu. Reaksi antara etanoil klorida dengan fenol mirip dengan reaksi etanol walaupun tidak begitu progresif.

Fenil etanoat terbentuk bersama dengan gas hidrogen klorida. Gugus -COCl terikat langsu ng pada sebuah cincin benzen. Senyawa ini jauh lebih tidak reaktif dibanding asil klorida sederhana seperti etanoil klorida. Fenol pertama-tama diubah menjadi senyawa ionik natrium fenoksida natrium fenat dengan melarutkannya dalam larutan natrium hidroksida.

Padatan fenol benzoat terbentuk. Reaksi ini juga bisa digunakan untuk membuat ester baik dari alkohol maupun fenol. Reaksinya berlangsung lebih lambat dibanding reaksi sebanding yang menggunakan asil klorida, dan campuran reaksi biasanya perlu dipanaskan.

Untuk fenol, kita bisa mereaksikan fenol dengan larutan natrium hidroksida pertama kali, yang menghasilkan ion fenoksida yang lebih reaktif. Berikut contoh etanol yang bereaksi dengan etanoat anhidrida sebagai sebuah reaksi sederhana yang melibatkan sebuah alkohol: 1. Reaksi yang berlangsung pada suhu kamar cukup lambat atau lebih cepat jika dipanaskan. Tidak ada perubahan yang dapat diamati pada cairan tidak berwarna, tetapi sebuah campuran antara etil etanoat dengan asam etanoat terbentuk.

Reaksi dengan fenol kurang lebih sama, tetapi lebih lambat. Fenil etanoat terbentuk bersama dengan asam etanoat. Reaksi ini tidak terlalu penting, tapi ada reaksi yang sangat mirip terlibat dalam pembuatan aspirin dibahas secara rinci pada halaman lain. Jika fenol pertama-tama diubah menjadi natrium fenoksida dengan menambahkan larutan natrium hidroksida, maka reaksinya berlangsung lebih cepat.

Fenil etanoat lagi-lagi terbentuk, tapi kali ini produk lainnya adalah natrium etanoat bukan asam etanoat. Etanol adalah suatu obat rekreasi yang paling tua. Etanol banyak digunakan sebagai pelarut sebagai bahan — bahan kimia yang di tunjukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia. Contohnya adalah pada parfum, perasa, pewarna makanan, dan obat—obatan.

Dalam kimia etanol adalah pelarut yang penting sekaligus sebagai stok umpan untuk sintesis senyawa kimia lainnya. Dalam sejarahnya ethanol telah lama di gunakan sebagai bahan bakar.

Sifat fisika dan kimia etanol sebagai berikut.

BLAYNE COOPER HARD TIMES PDF

Macam Reaksi Esterifikasi dan Contohnya

Sifat sifat kimia yang dimiliki oleh ester adalah : 1. Pada umumnya mempunyai bau yang harum, menyerupai bau buah-buahan 2. Senyawa ester pada umumnya sedikit larut dalam air 3. Ester lebih mudah menguap dibandingkan dengan asam atau alkohol pembentuknya 4.

BARTOLOMEU ANANIA MEMORII PDF

LAPORAN PRAKTIKUMPEMBUATAN ETIL ASETAT (ETIL ETANOAT)

Posting terkait: Reaksi Esterifikasi Esterifikasi adalah reaksi kimia yang terjadi antara asam biasanya asam karboksilat dan alkohol atau senyawa yang mengandung gugus hidroksil tempat ester diperoleh. Reaksi berlangsung di lingkungan asam. Dalam proses ini, air juga diperoleh. Esterifikasi adalah reaksi kesetimbangan untuk membentuk ester terutama dari alkohol dan asam karboksilat.

ESTILOSANTES CAMPO GRANDE PDF

Prinsip percobaan adalah suatu asam karboksilat yang direaksikan dengan senyawa alkohol dalam suasana asam, akan menghasilkan suatu ester dan H20 yang dipisahkan dengan cara destilasi. Percobaan yang dilakukan yaitu dengan mereaksikan etanol dengan asam asetat glasial, yang ditambahkan katalis H2SO4, kemudian direfluks dan didestilasi pada suhu C yang menghasikan 2 lapisan dengan 1 ml air. Hasilnya ditambahkan dengan Na2CO3 yang kemudian dituang melalui corong yang dilapisi kertas saring, dipisahkan bagian bawahnya dan ditambah 15 ml air es. Diulangi untuk sisanya dengan CaCl2, sehingga didapat suhu pada saat tetesan destilasi akhir yaitu C dengan volumenya 19 ml. Ester dapat dibentuk dengan reaksi langsung antara suatu asma karboksilat dengan suatu alkohol, suatu reaksi yang disebut dengan reakdi esterifikasi.

Related Articles