KERACUNAN PARAQUAT PDF

Akinozahn INB4 keracunnan myself or kill tall weed beside my house, got snake coming in the house already. Long-term exposure to Paraquat may cause scarring of the lungs called pulmonary fibrosis. Show posts by this member only Post 5. This article discusses the health problems that can occur from swallowing or breathing in Paraquat. They will give you further instructions. Subscribe to this forum Receive email notification when a new topic is posted in this forum and you are not active keracuunan the board.

Author:Mazutilar Kazrajinn
Country:Spain
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):1 August 2017
Pages:182
PDF File Size:1.61 Mb
ePub File Size:12.59 Mb
ISBN:608-7-52810-933-5
Downloads:73927
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mikajin



Keracunan dapat terjadi secara sengaja terhisap inhalasi , menelan, atau melalui kulit. Catatan keracunan yang ditemukan pada kuda biasanya dikarenakan menelan herbisida secara sengaja dan manajemen terapeutik. Di bawah ini disebutkan beberapa kasus keracunan herbisida pada manusia maupun hewan. Keracunan paraquat menyebabkan kematian setidaknya tujuh anjing di Portland, epidemi ini adalah bukti bahwa jenis keracunan ini masih menjadi masalah pada hewan praktek saat ini di Amerika Utara.

Paraquat adalah senyawa beracun dipyridilium salah satu dari beberapa herbisida non selektif yang masih tersedia di Amerika Serikat karena bertindak cepat, dapat digunakan secara efektif dalam lingkungan yang basah dan memiliki keterbatasan potensi pencemaran lingkungan dan tingkat resistensi gulma rendah, sehingga banyak digunakan dalam sistem berbagai tanaman produksi.

Namun, paraquat sangat beracun pada hewan domestik jika tertelan. Sebagian besar kasus keracunan paraquat pada orang dan hewan terjadi karena menelan formulasi yang terkonsentrasi;.

Dalam percobaan pada hewan pengerat, parakuat terdeteksi dalam tinja sampai tujuh hari setelah terpapar. Keracunan akibat konsumsi butaklor herbisida ditemui pada lima kuda. Sedangkan tiga kuda lainnya merespon setelah terapi kedua. Gejala hipersalivasi dan timpani menghilang dan hewan kembali normal sembuh pada hari ke-3 pengobatan.

Gejala klinis yang terlihat yaitu inkoordinasi, hipersalivasi, timpani, dan anoreksia yang dilaporkan pada lima kuda berusia antara tahun. Namun suhu tubuh, denyut jantung dan laju pernafasan berada dalam kisaran normal. Anamnese dari kejadian ini menerangkan bahwa kuda-kuda tersebut memperlihatkan gejala-gejala klinis tersebut setelah meminum air di sawah yang terpapar dengan herbisida. Pengobatan yang dilakukan adalah pemberian Dextrose saline 2L yang diberikan secara intravena untuk setiap kuda, diikuti dengan pemberian maleat phenaramine dan persiapan tonik injeksi hati 10 ml masing-masing secara intramuskular.

Selain itu, ml anti-bloat silika dalam dimethicone juga diberikan secara oral. Dextrose saline 2L diberikan secara intravena untuk setiap kuda, diikuti dengan pemberian maleat phenaramine dan persiapan tonik injeksi hati masing-masing 10 ml secara IM. Kejadian pada manusia menyebabkan dermatitis exfoliative, jaundice, peningkatan enzim hati, dan eosinofilia. Gejala ini timbul satu hari setelah kulit terpapar toksin butachlor Nasser et al. Kejadian pada manusia juga dilaporkan oleh Ying-Chun et al pada tahun Gejala yang ditimbulkan setelah terpapar herbisida secara oral yaitu muntah, depresi sistem saraf pusat, gangguan saraf dan kardiovaskular parah dan bahkan kematian.

Dalam dosis kecil, herbisida tidak berbahaya bagi manusia dan hewan karena ukurannya yang jauh lebih besar dari hama tanaman pengganggu, namun apabila dosis kecil tersebut terakumulasi dalam jumlah tertentu akan membahayakan manusia dan hewan.

Keracunan herbisida menyebabkan rusaknya lapisan selaput lendir saluran pencernaan, dehidsrasi, rasa terbakar di saluran pencernaan, terganggunya sistem pernafasan yang akhirnya menyebabkan korban kejang, muntah, koma akibat kekurangan oksigen hingga kematian mendadak jika tidak segera mendapatkan pertolongan Zulfendi Lama reaksi racun ditentukan dari kondisi fisik korban.

Korban dengan kondisi fisik lemah, kurang gizi, perut kosong atau menderita tukak lambung akan cepat mengalami muntah — muntah dan mulut berbuih. Jika terindikasi keracunan, secepatnya korban diberikan antidota seperti norit, putih telur atau susu. Tujuan pemberian antidota agar dinding usus tidak rusak dan racun tidak diserap oleh darah.

Namun cara yang paling penting adalah agar korban muntah sehingga jumlah herbisida yang masuk berkurang Zulfendi Herbisida inorganik adalah herbisida asal anorganik, yang biasanya digunakan dalam skala besar dan secara bertahap akan digantikan oleh herbisida organik.

Herbisida ini dapat digunakan dalam dosis rendah dan bertindak lebih selektif. Jenis herbisida inorganik adalah klorat, sodium klorat, dan NaClO3 paling banyak digunakan. Sodium klorat dan NaClO3 berupa substansi putih, higroskopis, mudah larut dalam air, dan sangat mudah terbakar bila dicampur dengan zat organik kering dan merupakan oksidan yang kuat sehingga menyebabkan residu pada tanah yang tergantung dari dosis, tanah, dan curah hujan yang turun Michal Kasus intoksikasi sodium klorat pada hewan sangat rendah namun kadang-kadang dapat terjadi.

Sedangkan klorat menyebabkan hemolisis yang diikuti dengan perubahan susunan methemoglobin dalam tubuh. Darah gagal mensuplai oksigen pada jaringan sehingga menyebabkan hipoksia Symptom yang timbul tergantung dari derajat methemoglobinemia dan dapat terjadi cyanosis, dyspnoea, kelemahan, diarrhoea, hemoglobinuria, dan hematuria.

Pada kejadian yang akut menyebabkan kematian tanpa symptom yang jelas. Pada pemeriksaan post-mortem ditemukan karakteristik yang gelap, darah berwarna kecoklatan dan organ serta jaringan tampak pucat Michal Pottasium sianat dan KCNO juga dapat digunakan sebagai herbisida anorganik. Kalsium cyanamide, CaCN2, nitro-lime dapat digunakan sebagai pupuk dengan kerja sebagai herbisida, bentuk sediaannya adalah bubuk berwarna putih yang dapat mengiritasi kulit dan membran mucous, menyebabkan rasa mual, vomiting, dan diarrhoea.

Herbisida turunan phenoxy fatty acid merupakan golongan yang sangat penting dan sering digunakan sebagai herbisida. Selain itu dapat pula digunakan sebagai regulant pertumbuhan yang merangsang pertumbuhan tanaman dalam dosis kecil dan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jika digunakan dalam dosis besar.

Beberapa bertindak selektif, terutama pada gulma dikotil, dan bersifat sistemik. Herbisida biasanya menyebabkan keracunan melalui pakan dan air yang termakan oleh hewan dan manusia. Senyawa herbisida yang tertelan, bisa dicegah kelanjutan absorpsi lebih lanjut dengan mengeluarkannya, yaitu dengan cara menimbulkan muntah, membilas lambung, dan memberikan pencahar.

Keracunan herbisida dari golongan karbamat misalnya karbamat profem dapat diberikan atropin sulfat hingga terjadi atropinisasi penuh. Pengobatan spesifik pada keracunan DDT dan golongan chlorhidrokarbon lainnya sebagai antikonvulsi diberikan injeksi luminal.

Antidota spesifik untuk DDT tidak ada, tetapi sering digunakan sedatif seperti fenobarbital dan ditambahkan ion kalsium dan glukosa sebagai terapi suportif. Pada keracunan oleh organofosfat diatasi dengan antidot atropin dan dibantu dengan diazepam terutama bila terjadi kejang Gunawan ; Purnawati Herbisida di lingkungan biasanya dilepaskan dari tanah dengan degradasi residu yang ada.

Sifat kimiawi dari herbisida penting untuk menentukan jalur dan laju degradasi. Walaupun demikian, hasil transformasi juga dapat menimbulkan keaktifan biologis yang tinggi. Banyak hasil transformasi yang tahan lama dalam tanah dan media air serta memiliki pengaruh ekologis yang sama seperti senyawa aslinya.

Jalur degradasi herbisida ada tiga jenis yaitu fotokimiawi, transformasi kimiawi, dan degradasi mikrobiologis Connel Fotokimiawi dilakukan pada kondisi tanah dengan intensitas sinar matahari cukup tinggi dan dalam pelarut bukan air. Beberapa herbisida memperlihatkan dekomposisi.

Fotosensitiser alamiah seperti zat-zat humat juga berperan dalam degradasi. Pemutusan fotokimiawi dirumitkan oleh proses tanah dan adanya mikrobiologi yang menyaingi Khan Transformasi kimiawi adalah proses penting pelapasan herbisida dari tanah. Reaksi diperantarai oleh air yang bertindak sebagai media reaksi, suatu reaktan atau keduanya. Reaksi yang terjadi adalah hidrolisis, oksidasi, reduksi dan isomerisasi. Degradasi mikrobiologis ditanah mencakup reaksi kimiawi, pengkayaan mikrobial, dan ketabolisme.

Transformasi kimiawi dan mikrobiologis sulit dibedakan dalam tanah. Jalur degradasi rumit utama mencakup reaksi dehidrohalogenasi dan isomerisasi.

Hasil akhir transformasi herbisida adalah karbon dioksida, air, garam mineral, metabolit alami tanah, dan zat-zat humat. Fotooksidasi dan epoksidasi mikrobial siklodiena menjadi hasil yang beracun.

Pada kondisi tanah dengan pH dan adanya kelebihan nitrit akan lebih menyukai reaksi N-nitrosasi dan menghasilkan nitrosamine. N-nitroso, seperti N-nitrosoglifosat dapat tahan didalam tanah.

Perubahan bentuk dan interkonversi lingkungan dan metabolik dari amina aromatis primer dan senyawa yang berkaitan terjadi lebih cepat daripada reaksi mineralisasi. Akibat yang tampak adalah bentuk laten dari amina aromatis di lingkungan. Salah satu susunan hasil kondensasi dari amino aromatis adalah azobenzena terklorinasi. Herbisida memperlihatkan spektrum persistensi yang luas, mulai dari beberapa hari atau minggu untuk karbamat dan asam alifatik, sampai lebih dari satu tahun untuk s-triazina dan pilokram tertentu.

Herbisida pada mulanya mengalami hidrolisis ester relatif, tidak terlalu bertahan lama dibanding herbisida yang mengalami reaksi dealkilasi awal. Persistensi cenderung semakin kuat dengan berkembangnya kerumitan molekul dasar.

AVIJIT LAHIRI STATISTICAL MECHANICS PDF

KERACUNAN PARAQUAT PDF

Sumber Coronavirus COVID Menggunakan steroid dan cyclophosphamide bersama sebagai rawatan untuk keracunan paraquat Paraquat adalah satu herbisida yang efektif dan digunakan secara meluas tetapi juga satu racun maut. Dalam kebanyakan negara membangun, paraquat boleh didapati secara meluas dan murah, menjadikan pencegahan keracunan sukar. Akan tetapi, kebanyakan orang yang diracun oleh paraquat, mengambilnya sebagai cara untuk bunuh diri. Penjagaan standard untuk mengeluarkan paraquat dari badan melibatkan muntah, pengambilan arang yang diaktifkan atau bumi Fuller yang menyerap paraquat , dan penapisan darah.

LOTHAIRE KRESLEY COLE PDF

Menggunakan steroid dan cyclophosphamide bersama sebagai rawatan untuk keracunan paraquat

Taut Hey guys, serious lah. Any1 has it can spare me some? Symptoms of Paraquat poisoning include: Kalau nak mampus telan banyak2 tau, sikit2 tak jadi and bunuh diri dalam hutan bukan kat umah. This is a free and confidential service. You will be asked if you have been exposed to Paraquat.

DR-CAFTA CERTIFICATE OF ORIGIN PDF

Pengertian Herbisida – Klasifikasi, Jenis, Keracunan, Patofisiologi, Penanggulangan dan Penanganan

Namun, paraquat merupakan herbisida ketiga yang paling banyak digunakan di dunia, dan di sebagian besar negara di mana ia dapat digunakan tanpa pembatasan. Gramoxone, diproduksi oleh Syngenta, adalah nama dagang yang paling umum untuk paraquat, namun herbisida juga dijual dengan banyak nama yang berbeda oleh produsen yang berbeda. Produk ini digunakan pada lebih dari 50 tanaman pada lebih dari negara. Paraquat telah dilarang atau dibatasi di 13 negara, terutama untuk alasan kesehatan. Yang terbaru negara yang melarang penggunaan paraquat yaitu Malaysia pada tahun

KOMERCINIS PASIULYMAS PDF

KERACUNAN GRAMOXONE

DO NOT use it to treat or manage an actual poison exposure. Welker K, Thompson TM. Show posts by this member only Post Concepts and Clinical Practice. Removing all contaminated clothing. Paraquat causes damage to the body when keracunaj touches the lining of the mouth, stomach, or intestines. In the past, the United States encouraged Mexico to use it to destroy marijuana plants. The health care provider will measure and monitor your vital signs, including temperature, pulse, breathing rate, and blood pressure.

Related Articles